PHP Again > CRUD pada Direktori dengan PHP | #6 | Mukti911


A. Pendahuluan

Pada kali ini aku akan menjelaskan tentang manipulasi direktori pada penyimpanan file system dari web. dimana direktori adan lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori.


B. Latar Belakang
Kerena dalam web dinamis dibutuhkan cara agar data dapat tertata rapi di direktori.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat memanipulasi direktori system web dengan PHP.

D. Pembahasan
Nah dalam artikeni aku akan menjelaskan beberapa fungsi yang dapat digunakan untuk memanipulasi direktori :

  • Fungsi mkdir() untuk membuat direktori;
Fungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir(). Fungsi ini sama maksudnya dengan perintah mkdir di Linux dan md pada Windows. Parameter yang diberikan ke fungsi mkdir() berupa string. Parameter ini yang akan menjadi nama direktori.
Contoh:

<?php mkdir(“contoh_direktori”); ?>

Atau kita juga bisa memberikan alamat path, dan atributnya:

<?php mkdir(“./ini_direktori/contoh/saja”, 0777, true); ?>

Keterangan parameter 0777 adalah hak akses yang kita berikan kepada direktori. Parameter true artinya kita mengizinkan pembuatan direktori secara rekursif
  • Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori;
Fungsi yang digunakan untuk melihat isi direktori adalah scandir(). Fungsi ini akan mengembalikan nilai berupa array yang berisi nama-nama dari isi direktori.
Contoh:

<?php
$dir = scandir(“ini_direktori”);
print_r($dir);
?>

Maka variabel $dir akan berisi:

Array
(
    [0] => .
    [1] => ..
    [2] => contoh
)

Dengan begini, kita bisa memanfaatkan perulangan untuk menampilka semua isi dari direktori. Menampilkan semua isi direktori dengan PHP Pada hasil output terdapat satu isi, berupa titik pada indeks ke-0 dan ke-1. Arti dari titik ini adalah link yang mengahar ke direktori itu sendiri dan direktori induknya.

.  = direktori itu sendiri
.. = direktori di atasnya

  • Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori;
Menghapus direktori dapat dilakukan dengan fungsi rmdir(). Fungsi ini memiliki parameter berupa string. Parameter tersebut adalah nama direktori yang ingin dihapus.
Contoh:

<?php rmdir(“nama_dir”); ?>

Fungsi rmdir() akan menghasilkan error apabila direktorinya tidak ditemukan. Untuk mengatasi ini, kita bisa menggunakan fungsi is_dir() untuk mengecek direktorinya ada atau tidak.
Contoh:

<?php
$nama_dir = “petanikode”;
if( is_dir($nama_dir) ) {
    rmdir($nama_dir);
} else {
    echo “Direktori tidak ditemukan”;
}
?>

  • Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori.
Kita dapat merubah nama direktori dengan fungsi rename(). Fungsi ini tidak hanya untuk merubah nama direktori, mengubah nama file juga dapat menggunakan fungsi ini. Ada dua parameter yang harus diberikan kepada fungsi ini. Pertama, nama file atau direktori yang akan diubah. Kedua, nama barunya.

Contoh:

<?php rename(“petanikode”, ““petani_kode_baru”); ?>

E. Hasil yang didapat

  • Dapat memanipulasi file direktori dari file system dengan koding PHP.

I. Kesimpulan

Nah kan jadi CRUD tidak hanya berlaku pada Data pada Databse akan tetapi juga pada File Direktori.


J. Referensi


Posted

in

, , ,

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *