Bash Pemula #2 ( Coba Coba ) | #Bash | Mukti911

A. Pendahuluan
Nah setelah beberapa hari gk bahas tentang bahasa bash kali ini aku akan membahas mengenai bagaimana dan ketika mengunakan bahasa BASH.

B. Latar Belakang
Karena bahasa pemrograman Bash adalah bahasa pemrograman yang bisa digunakan untuk melakukan konfigurasi server atau pun device.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat mengunakan Bahasa Bash dengan lebih optimal.

D. Waktu Pelaksanaan

  • Tergantung individu masing masing.

E. Pembahasan

Simple Bash Script
Langkah awal sebaiknya periksa dulu shell aktif anda, gunakan perintah ps (report process status)

[mukti911@debian$]ps
 PID TTY          TIME CMD
  219 tty1     00:00:00 bash
  301 tty1     00:00:00 ps

bash adalah shell aktif di system saya, jika disystem anda berbeda misalnya csh atau ksh ubahlah dengan perintah change shell

[mukti911@debian$]chsh
Password:
New shell [/bin/csh]:/bin/bash
Shell changed

atau dengan mengetikkan bash

[mukti911@debian$]bash

sekarang coba anda ketikkan perintah dibawah ini pada prompt shell

echo “Script shell pertamaku di linux”

[mukti911@debian$]echo “Script shell pertamaku di linux”

Script shell pertamaku di linux

string yang diapit tanda kutip ganda (double quoted) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layar. jika diinginkan mengulangi proses tersebut, anda akan mengetikkan kembali perintah tadi, tapi dengan fasilitas history cukup menggunakan tombol panah kita sudah dapat mengulangi perintah tersebut, bagaimana jika berupa kumpulan perintah yang cukup banyak, tentunya dengan fasilitas hirtory kita akan kerepotan juga mengulangi perintah yang diinginkan apalagi jika selang beberapa waktu mungkin perintah-perintah tadi sudah tertimpa oleh perintah lain karena history mempunyai kapasitas penyimpanan yang ditentukan. untuk itulah sebaiknya perintah-perintah tsb disimpan ke sebuah file yang dapat kita panggil kapanpun diinginkan.

coba ikuti langkah – langkah berikut, Masuk ke editor anda, apakah memakai vi,pico,emacs,dsb… ketikkan perintah berikut

#!/bin/bash
echo “Hello, apa khabar”

simpan dengan nama file tes. ubah permission file tes menggunakan chmod

[mukti911@debian$]chmod 755 tes

jalankan

[mukti911@debian$]./tes

kapan saja anda mau mengeksekusinya tinggal memanggil file tes tersebut, jika diinginkan mengeset direktory kerja anda sehingga terdaftar pada search path ketikkan perintah berikut

PATH=$PATH:.

setelah itu script diatas dapat dijalankan dengan cara

[mukti911@debian$]tes
Hello, apa khabar

tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.

[mukti911@debian$]bash tes

tentunya cara ini kurang efisien, menyertakan path program bash diawal script kemudian merubah permission file sehingga dapat anda execusi merupakan cara yang paling efisien.

Sekarang coba kita membuat script shell yang menampilkan informasi berikut:
Waktu system, Info tentang anda, jumlah pemakai yang sedang login di system. contoh scriptnya:

#!/bin/bash
#myinfo
#membersihkan tampilan layar
clear         
#menampilkan informasi
echo -n “Waktu system   :”; date
echo -n “Anda           :”; whoami
echo -n “Banyak pemakai :”; who | wc -l

sebelum dijalankan jangan lupa untuk merubah permission file myinfo sehingga dapat dieksekusi oleh anda

[mukti911@debian$]chmod 755 myinfo
[mukti911@debian$]./myinfo
Waktu system   : Min Sep 11  21:00:15 BORT 2001
Anda           : Mukti911
Banyak pemakai : 9

tentunya layout diatas akan disesuaikan dengan system yang anda gunakan statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e (enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl, misalkan :

echo -e “abunyikan bell”

jika dijalankan akan mengeluarkan bunyi bell, informasi opsi pada statement echo dan backslash karakter selengkapnya dapat dilihat via man di prompt shell.

[mukti911@debian$]man echo

H. Hasil yang didapat

  • Dapat mengerti bagaimana cara pemakaian dan penggunaan bahasa pemrograman BASH.

I. Kesimpulan
jadi dalam penulisan bahasa bash itu cara pengunaannya mengunakan sistem inline jadi satu perintah satu baris. Nah untuk membuat perintah yang berada disamping dan berkelanjutan.

J. Referensi

  • Dokumentasi Resmi BASH

Posted

in

, , ,

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *