API & WEB API ? | Mukti911

A. Pendahuluan
Dari beberapa Devoloper Begginer bertanya-tanya, apa sih kegunaan API itu? Apa yang menyebabkan API itu begitu sangat berguna dan banyak digunakan? Bagaimana cara kerja API tersebut?. API adalah singkatan dari Application Programming Interface, dan memungkinkan developer untuk mengintegrasikan dua bagian dari aplikasi atau dengan aplikasi yang berbeda secara bersamaan. 
B. Latar Belakang
Karena API bisa dijadikan referensi buat devoloper yang ingin membuat aplikasi.
C. Maksud dan Tujuan
Agar dapat mengetahui tentang API.
D. Pembahasan
API adalah singkatan dari Application Programming Interface, dan memungkinkan developer untuk mengintegrasikan dua bagian dari aplikasi atau dengan aplikasi yang berbeda secara bersamaan. API terdiri dari berbagai elemen seperti function, protocols, dan tools lainnya yang memungkinkan developers untuk membuat aplikasi. Tujuan penggunaan API adalah untuk mempercepat proses development dengan menyediakan function secara terpisah sehingga developer tidak perlu membuat fitur yang serupa. Penerapan API akan sangaat terasa jika fitur yang diinginkan sudah sangat kompleks, tentu membutuhkan waktu untuk membuat yang serupa dengannya. Misalnya: integrasi dengan payment gateway. Terdapat berbagai jenis sistem API yang dapat digunakan, termasuk sistem operasi, library, dan web.

API bekerja di tingkat sistem operasi dimana membantu aplikasi untuk berkomunikasi dengan jayer dasar dan satu sama lainnya menggikuti serangkaian protokol dan spesifik. yang bekerja pada tingkat sistem operasi membantu aplikasi berkomunikasi dengan layer dasar dan satu sama lain mengikuti serangkaian protokol dan spesifikasi.

Aplikasi yang berinteraksi dengan library harus mengikuti serangkaian aturan yang ditentukan oleh API. Pendekatan ini memudahkan software developer untuk membuat aplikasi yang berkomunikasi dengan berbagai library tanpa harus memikirkan kembali strategi yang digunakan selama semua library mengikut API yang sama. Kelebihan lain dari metode ini menunjukkan betapa mudahnya menggunakan library yang sama dengan bahasa pemrograman yang berbeda.

Seperti namanya, Web API dalam diakses melalui protokol HTTP, ini adalah konsep bukan teknologi. Kita bisa membuat Web API dengan menggunakan teknologi yang berbeda seperti PHP, Java, .NET, dll.

Fitur Web API, dalam pembuatan Web API ada beberapa hal yang harus disediakan :

  • Mendukung fungsi CRUD yang bekerja melalui HTTP protocol dengan method GET, POST, PUT dan DELETE
  • Memiliki response Accept Header dan HTTP status code
  • Response dengan format JSON, XML atau format apapun yang kamu inginkan. Akan tetapi kebanyak digunakan kedalam format JSON.
  • Mendukung fitur MVC seperti routing, controllers, action results, filter, model, IOC container, dll.
  • Web API dapat berjalan di Apache atau web server lainnya yang didukung sesuai bahasa pemrograman yang digunakan.
  • Web API seperti sebuah alamat web (end point) yang dibuat untuk menangani beberapa task sesuai request yang diterima, juga terkadang memiliki parameter sebagai data yang dibutuhkan agar dapat menampilkan hasil yang diinginkan, juga pada beberapa kasus untuk mengakses API dibutuhkan kode otentikasi yang telah diizinkan untuk melihat data yang diinginkan. Semua rule ini ditentukan oleh programmer yang membuatnya.

Perbedaan Web API dan Web Service
Seringkali saya mendapat pertanyaan tentang apa sih perbedaan antara web API dan web service? Berikut adalah perbedaan diantara keduanya:

  • Semua web service menggunakan API tapi tidak semua API digunakan sebagai web service
  • Web service memfasilitasi untuk melakukan interaksi antara dua perangkat atau aplikasi melalui jaringan. Sedangkan API bertindak sebagai penghubung antara dua aplikasi berbeda sehingga bisa berkomunikasi satu sama lain baik dengan ataupun tanpa jaringan.
  • Web service hanya menggunakan 3 style yaitu SOAP, REST, atau XML-RPC untuk berkomunikasi sedangkan API dapat menggunakan style apapun.
  • Web service selalu membutuhkan jaringan untuk pengoperasiannya sedangkan API tidak selalu memerlukan jaringan untuk operasinya.

Pada pengembangan sebuah sistem yang lebih luas, kadang sebuah API dapat menjadi sebuah middleware, yaitu sebuah subsistem tersendiri yang memiliki fungsi-fungsi yang berguna oleh subsistem lain dan untuk mengakses fungsi-fungsi tersebut diperlukan koneksi tersendiri ke middleware tersebut. Koneksi ke middleware umumnya dilakukan dengan menggunakan socket. Ada beberapa standar protokol pengaksesan middleware tersebut. Contoh-contoh protokol pengaksesan middleware antara lain adalah :
  • Remote Procedure Calls (RPC) , sebuah perangkat lunak pengguna memanggil prosedur atau subrutin yang berjalan pada sebuah middleware jarak jauh, pemanggilan prosedur dapat berupa sinkron maupun asinkron.
  • Message Oriented Middleware (MOM), sistem yang melakukan pooling data dan informasi ke sebuah middleware, data yang menunggu untuk diproses oleh subsistem-subsistem yang terdapat di sistem keseluruhan disimpan pada suatu middleware tersebut
  • Object Request Broker (ORB), protokol ini memungkinkan suatu perangkat lunak mengirim dan menerima objek dan meminta layanan pada sebuah middleware berbasis obyek.
  • Structured Query Language (SQL), protokol dan juga bahasa pembacaan dan penulisan data yang tersimpan pada middleware basis data.
Pada proses pengembangan sebuah perangkat lunak baik API pada khususnya maupun perangkat lunak lain memerlukan kaidah – kaidah yang perlu dipahami dan diterapkan. API yang baik adalah API yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  • Mudah untuk dipelajari.
  • Mudah untuk digunakan, bahkan bila tanpa dokumentasi yang menyertainya.
  • Susah untuk disalahgunakan.
  • Berkinerja tinggi dalam menyelesaikan tugasnya.
  • Mudah untuk dikembangkan lebih lanjut.
Garis besar langkah-langkah dalam pengembangan API agar dapat menjadi API yang baik adalah sebagai berikut:
  • Kumpulan kebutuhan API secara umum. Dimulai dengan pembangkitan spesi kasi sederhana, yang k
    emudian dikembangkan secara bertahap. Dari spesi kasi tersebut harus terlihat jelas kebutuhan fungsionalitas dari API yang akan dikembangkan.
  • Perhatikan prinsip-prinsip umum. Prinsip-prinsip umum yang harus diperhatikan selama pengembangan API adalah:
    • Fungsionalitas dari API harus mudah untuk dijelaskan dengan kata-kata.
    • Semakin kecil ukuran API yang dikembangkan semakin baik, namun tetap memenuhi semua spesi kasi teknis yang dijadikan acuan.
    • API tersedia sebelum proses penggunaan API tersebut pada sebuah perangkat lunak.
    • Meminimumkan aksesibilitas keseluruhan dengan menggunakan metoda enkapsulasi.
  • Desain API, pada tahap ini dilakukan desain API dengan dasar spesi kasi teknis yang telah dibangkitkan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini dibantu dengan penggambaran diagram UML masing-masing desain. Beberapa hal yang harus didesain:
    • Desain kelas.
    • Desain metoda.
    • Desain exception.
    • Desain API agar dapat direfactoring.
  • Dokumentasi API, setelah dilakukan desain terhadap API, maka langkah selanjutnya adalah membuat dokumen lengkap terhadap API tersebut, dengan cara langsung memberikan baris-baris komentar di setiap baris header yang membutuhkan penjelasan. Selain dokumentasi kode program, perlu diperhatikan dokumentasi diagram. Diagram UML hendaknay diberi penjelasan mengacu ke kode program yang sesuai.
  • Implementasi API, pada tahap ini dilakukan implementasi terhadap desain API pada tahap 3 dan sesuai dengan dokumentasi API yang dilakukan pada tahap 4. Implementasi dilakukan dengan memperhatikan spesi kasi masing-masing modul hingga masing-masing metoda yang akan diimplementasikan.
E. Kesimpulan
Jadi dari penjelasan tadi sudah dapat memeperjelas tentang API. Metode pendekatan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan API menggunakan protokol yang telah kami tuliskan diatas masih tergolong protokol yang umum digunakan, masih ada banyak lagi yang belum kami tuliskan seiring perkembangan.
F. Referensi


Posted

in

, , , , , ,

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *